Rabu, 16 Mei 2012
oleh: Efa Nurza
oleh: Efa Nurza

Pulau Ansoduo
Pulau Ansoduo merupakan satu dari enam gugusan pulau yang ada di pesisir barat Kota Pariaman. Pulau nan indah ini terletak sekitar 2 mil laut dari tepi pantai. Untuk menjangkaunya hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan menggunakan jasa boat atau kapal nelayan.
Pulau Ansoduo cocok untuk lokasi rekreasi keluarga atau sekedar untuk menenangkan diri, melepas penat dari sibuk rutinitas kerja. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di kawasan ini, memancing, snockling (menyelam di permukaan, red) atau sekedar bermain di putih pasir dan riak ombak sambil menikmati lalulalang perahu nelayan.
Pulau Ansoduo sendiri memiliki luas sekitar 5 hektare lebih. Di dalamnya tumbuh aneka tumbuhan khas perairan, nyiur, manggrove, pohon pelindung dan aneka tumbuhan semak belukar. Pemandangan pulau ini sangat indah. Disamping kiri, kanan dan belakang berjejer pulau-pulau lain seperti, Pulau Kasiak, Pulau Tangah, Pulau Ujuang, Pulau Gosong dan Pulau Pandan atau Pulau Bando.
Pulau Ansoduo memiliki khasanah legenda sejarah yang cukup panjang. Konon dari ceritanya, pulau kecil ini sudah dimanfaatkan sejak zaman peradaban Islam tempo dulu. Itu dibuktikan dengan adanya beberapa kuburan tua dan masih adanya kelompok masyarakat yang melakukan ziarah ke Pulau Ansoduo. Dari legenda itu pula, tak heran kalau keindahan dan eksotisme pulau sedikit dibalut nuansa religi.
Berkunjung ke pulau nan indah ini, kali pertama menapakan kaki, anda akan dibawa merasakan suasana damai, hening, senyap dan jauh dari kebisingan serta deru derab suasana perkotaan. Semakin jauh ke jantung pulau, keheningan kian terasa seiring nyaringnya suara jengkrik dan nuansa pulau yang berbaur dengan sedikit nuansa mistis.
Kenapa dikatakan mistis, karena persis di tengah pulau terdapat beberapa bekas bangunan usang dan areal pemakaman yang salah satunya adalah situs sejarah 'Kuburan Panjang'. Kuburan Panjang memiliki panjang mencapai 6 meter. Kuburan ditutupi kain putih dengan dua batu nisan berukuran besar.
Hingga kini tak ada cerita pasti tentang situs 'Kuburan Panjang'. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, 'Kuburan Panjang' adalah makam salah seorang guru dari ulama besar Syeck Burhanuddin Ulakan, Padang Pariaman. Versi lain mengatakan, kalau 'Kuburan Panjang' adalah makam M. Natsir, salah seorang pengikut setia Syeck Burhanuddin.
Kuburan ini terawat baik. Situs 'Kuburan Panjang' ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan ziarah dan ritual keagamaan. Biasanya peziarah ramai berkunjung pada bulan Juni dan Juli. Mereka tak hanya datang dari sejumlah daerah di Padang Pariaman, seperti dari