Artikel

Melirik Usia Kota Pariaman Yang Ke Sembilan Tahun Perlu Komitmen Bersama

oleh: Efa Nurza

2011-07-25 09:52:08 Semenjak menjadi Kota otonom tahun 2002 yang lalu Kota Pariaman terus melakukan pembenahan...
VIDEO STREAMING
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.
Budaya

Lasuang Batu Pada Era Globalisasi Dapat Menjadi Objek Wisata Tradisional

oleh: Efa Nurza

2011-07-08 09:21:06 Dalam era globalisasi ini di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman semua masyarakat telah...
SUB DOMAIN
LPSE PARIAMAN
Provinsi Sumbar
Kominfo Kota Pariaman

Dinsosnaker Bantu Kasus Warga Miskin dan Anak Gizi Buruk

Rabu, 25 Januari 2012 | 04:02:15 WIB
Dinsosnaker Bantu Kasus Warga Miskin dan Anak Gizi Buruk

Sekdako Pariaman Ir. Armen, MM didampingi Kepala Dinsosnaker Definal, SP, M.Si memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu. 

Pariaman, Humas--- Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dissosnaker) Kota Pariaman terus melaksanakan program pemberian bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana yang dilakukan, Jum’at (18/1) lalu kepada Tianyar, warga Guguak dan melakukan penangan kasus anak gizi buruk terhadap Putra yang diasuh Tianyar.

Penyerahan bantuan ini diserahkan Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Ir. Armen, MM atas nama Walikota Pariaman dan didampingi Kepala Dinsosnaker Kota Pariaman Definal, SP,M.Si. Bantuan yang diserahkan berupa paket kebutuhan alat rumah tangga, yakni alat dapur, alas tidur, selimut dan peralatan pecah-belah, yang nantinya bisa dipergunakan untuk menunjang kehidupan yang  layak. Sebelumnya dinsosnaker juga melakukan bedah rumah dengan program Bantuan Rumah Tak Layak Huni (BRTH) kepada warga miskin tersebut.

Khusus kasus anak gizi buruk yang dialami Putra yang diasuh oleh Tianya, sebagaimana dijelaskan Ketua Lembaga Perlindungan Terhadap Perempuan dan Tindak Kekerasan Anak (LPTPTKA), Firmayeti (Teta), bahwa pihaknya telah menemukan Putra dan memeliharanya untuk mendapatkan penanganan perlindung terhadap kekerasan anak, karena ketika ditemukannya Putra sering mendapatkan perlakuan tak layak oleh Tianyar karena tekanan hidup. Pihak LPTPTKA telah bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Pariaman untuk mendapatkan penanganan medis.

Sewaktu ditemukan Ir. Armen dan Kadis Sosnaker, kondisi putra sudah mulai membaik walau masih kelihatan fisiknya lemah, kurus dengan kaki mengecil, pandangan tak terarah dan sulit bicara. Memperhatikan kondisi itu, Ir. Armen menegaskan kepada Kadis Sosnaker agar terus mengawal serta menindaklanjuti kondisi Putra, sampai benar-benar pulih, sehingga anak seusia sekolah itu dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak lainnya turut bermain dan bersekolah. “Jika tidak memungkinkan untuk diperlihara kembali oleh Tianyar, anak itu dipelihara di Panti Asuhan yang ada di Kota Pariaman,” tegas Armen.

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar