Kominfo Kota Pariaman — MUI  adalah mitra pemerintah yang bekerjasama dalam membina kerukunan umat beragama dan antar umat beragama, sehingga akan tercipta situasi yang kondusif, nyaman, damai dan bersaudara di Kota Pariaman.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, ketika membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman, bertempat di Aula Balaikota Pariaman, Sabtu (18/3).

Dalam sambutannya lebih lanjut wako mengatakan bahewa pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan yang dilakukan oleh MUI Kota Pariaman, karena MUI adalah tempatnya para guru, ulama dan cendikiawan islam yang menuntun umat dalam meraih kemaslahatan, ujarnya.

“Walaupun saat ini dari segi penganggaran untuk seluruh organisasi termasuk MUI, tidak dapat kita lakukan karena adanya undang-undang yang melarang pemerintah daerah dalam penggunaan dana untuk hibah, tetapi kita bisa menitipkan kegiatan yang ada di MUI dalam kegiatan SOPD, sehingga kerjasama antara MUI dan Pemerintah Daerah selama ini, dapat kita teruskan,” pungkasnya.

Saat ini kita di kota Pariaman sangat komit untuk mewujudkan visi menjadikan tempat tujuan wisata, yang mana berbentuk wisata yang islami, dengan menggelar kegiatan yang positif dan sport tourism, sehingga masyarakat dan pengunjung dengan sarabna dan prasarana yang kita buat sepanjang pantai, dapt digunakan untuk wisata sambil berolahraga, tuturnya.

Wakil Ketua MUI Provinsi Sumbar Nurman Agus, mengatakan bahwa MUI adalah tempat para ulama dan cendikiawan muslim yang berasal dari seluruh organisasi islam yang ada di indonesia, sehingga MUI bertujuan untuk menjadikan perbedaan untuk menyatukan umat islam, ujarnya.

“Semoga dengan adanya Musdalub MUI ini, akan terpilih pengurus MUI yang baru, yang muda dan energik, sehingga MUI Kota Pariaman dapat menjalankan amanah umat dan menciptakan situasi yang damai di kehidupan umat beragama di kota Pariaman,” tukasnya.

Dalam sambutan Ketua Panitia Syofyan Jamal mengukapkan Musdalub MUI ini dilakukan karena kepemimpinan MUI yang lama telah berakhir di tahun 2015 lalu, tetapi dengan pertimbangan yang ada waktu itu, tingkat kepercayaan yang tinggi dari umat, maka kepengurusan terus berlanjut sampai saat diadakan Musdalub di tahun 2017 ini, ucapnya

“ Dari Musdalub ini kita tidak memilih Ketua, tetapi memilih formatur, yang jumlahnya 11 orang. Nanti tim formatur ini akan menunjuk Ketua dan pengurus MUI selambatnya 30 hari dari pelaksanaan Musdalub,” jelasnya.

Hadir Kabid Kanwil Kemenag Sumbar Maswar, Plh Kakemenag Kota Pariaman Zahardi, Ketua MUI Kota Pariaman lama Jauhar Muis, Sekretaris Dispora Kota Pariaman Jafreki Pakriki, Kabah Sosial Setdako Pariaman Armaizal, Ketua Baznas Kota Pariaman Humayyun Akbar, Ketua organisasi islam baik Muhammadiyah, NU dan lainya, serta para peserta Musdalub MUI Kota Pariaman yang hadir.[J]