Artikel

Melirik Usia Kota Pariaman Yang Ke Sembilan Tahun Perlu Komitmen Bersama

oleh: Efa Nurza

2011-07-25 09:52:08 Semenjak menjadi Kota otonom tahun 2002 yang lalu Kota Pariaman terus melakukan pembenahan...
VIDEO STREAMING
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.
Budaya

Lasuang Batu Pada Era Globalisasi Dapat Menjadi Objek Wisata Tradisional

oleh: Efa Nurza

2011-07-08 09:21:06 Dalam era globalisasi ini di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman semua masyarakat telah...
SUB DOMAIN
LPSE PARIAMAN
Provinsi Sumbar
Kominfo Kota Pariaman

Sala Lauak Pariaman

Sala Lauak Pariaman

Sala Lauk, Makan Khas Pariaman

Setiap daerah tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Memiliki budaya yang berbeda. Bahasa, dialeg dan pandangan hidup yang tak sama. Namun keanekaragaman inilah yang membuat kita merasa saling membutuhkan. Tak luput pula kekhasan kuliner yang ada pada tiap-tiap daerah.

Pariaman tampil dengan sala lauaknya. Sudah tidak asing lagi bagi kita makanan khas orang Pariaman ini.

Sala merupakan bahasa Minang yang berarti goreng. Sedang lauak berarti ikan. Apa sala lauak itu sama dengan goreng ikan? Eits, hati-hati! Tentu bukan, karena yang akan diberikan bukan sala lauak lagi tetapi ikan yang digoreng. Lalu sala lauak itu seperti apa?

Sala lauak merupakan gorengan sebesar bola pimpong berwarna kuning kunyit. Tersusun atas tepung beras, cabe, kunyit, bawang-bawangan, garam, serta ikan asin. Rasa ikan asin yang terdapat dalam gumpalan tepung yang dibumbui inilah yang membuat 'sala' itu bernama Sala Lauak.

Kekhasan kuliner yang terdapat dalam satu daerah tampaknya akan sulit terdapat pada daerah lain. Empek-empek Palembang, misalnya. Makanan khas Pelembang ini meski dibuat dengan resap yang sama oleh masyarakat daerah lain maka akan mencitrakan rasa dan bentuk yang agak berbeda.

Begitu juga sala lauak yang terdapat di luar daerah Pariaman. Orang luar daerah yang membuatnya terkesan memberi inovasi yang berbeda dari yang aslinya. Tak perlu jauh-jauh. Untuk kota Padang saja. Kota 73,36 kilometer persegi dari kota Pariaman ini menyajikan ragam baru dari sala lauak.

Sala lauak yang ada di Padang cenderung lebih kecil. Rasa ikan asinnya tidak begitu mendominasi. Nah, begitu pula sebaliknya. Hal ini membuktikian betapa kekhasan suatu daerah tidak dapat disamakan oleh daerah lain.

Tak hanya sala lauak yang menjadi makanan khas Pariaman, tetapi masih banyak makanan lainnya. Seperti goreng kepiting, ketupat gulai paku, kacimuih, lamang sipuluik, onde-onde, lompong sagu, dan jenis makanan lainnya.

Makanan khas ini akan dengan sangat mudah kita temukan di Pariaman. Di sekitar Pantai Gandoriah saja, kita dapat menemui makanan-makanan ini. anda penasaran dengan sala lauak Rang Piaman? Yuk coba! (*) 

Share on:

Wisata Kuliner lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar