Kemenkomaritim Kenalkan Fish On Kepada Nelayan Kota Pariaman


Kemenkomaritim sedang menjelaskan aplikasi Fish On dihadapan nelayan dan

Rika | 8 September 2019

Kominfo Kota Pariaman --- Salah satu program dari turunan Peraturan Presiden no.16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indoneia (KKI) adalah menjadikan Indonesia Negara Poros Maritim Dunia. Terkait dengan hal tersebut, salah satu program dari Kemenkomaritim adalah program satu juta nelayan berdaulat. Jumlah nelayan Indonesia 2,7 juta nelayan sehingga berdampak pada kemiskinan di Indonesia sebanyak 2,5 persen.

Menghadapi era 4.0 maka Kemenkomaritim bekerjasama dengan star up yang mengembangkan aplikasi untuk menangkap ikan, Fish On.  Hal ini diungkapkan oleh Asisten Deputi Kemenkomaritim, Dedy Miharja saat berdialog dengan nelayan Kota Pariaman di Pantai Gandoriah dalam acara peresmian Desa Maritim, Minggu (9/8). “Karena Indonesia termasuk negara maritim tentu kita harus bisa mengekplorasi laut sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan Indonesia. Oleh karena itu, dengan kebijakan implementasikan program satu juta nelayan berdaulat diharapkan nelayan ini berubah pola pikirnya serta pendapatannya menjadi meningkat”, ujanya.

“Program ini telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan pada tanggal 8 April 2019 yang lalu di Sukabumi, Jawa Barat dan pelatihan bagi para nelayan dua hari seseudah launching, dan pada hari ini diluncurkan untuk masyarakat Kota Pariaman”, sambungnya.

Dedy juga menjelaskan bahwa Aplikasi Fish On dikembangkan oleh pemuda Indonesia  untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang muaranya untuk pengentasan kemiskinan terkhusus nelayan. Dengan program ini diharapkan nelayan bisa langsung menjual hasil tangkapannya ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Mereka juga bisa langsung mengetahui tempat-tempat di mana ada ikan, ini membuat operasional mereka lebih efisien. Cara ini akan lebih efektif sebab mereka bisa mendapatkan harga yang lebih mahal.

Sementara itu, Chief Executive officer, Fajar Widisasono, yang mengembangkan aplikasi Fish On mengatakan bahwa dengan aplikasi ini nelayan bukan lagi mencari ikan, tapi menangkap ikan.

“Biasanya nelayan mencari ikan kemudian baru menangkapnya, namun dengan aplikai ini bisa dideteksi kumpulan ikan sehingga nelayan tinggal menangkapnya saja”, ujarnya.

Aplikasi berbasis android ini juga memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Selain itu ada aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasi nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.

Perwakilan nelayan menyambut positif terhadap aplikasi ini, karena dapat meningkatkana jumlah tangkapan ikan dan efektivitas biaya operasional melaut. Ketua kelompok nelayan Pasir Sepakat, Yuli Usman mengatakan sangat berharap aplikasi ini dapat dipakai oleh nelayan Kota Pariaman secepatnya, karena tangkapan nelayan sudah menurun jika dibandingkan dengan 10 tahun belakangan.

“salah satu contoh apabila ikan ini banjir di Kota Pariaman, maka ikan yang di dapat nelayan dilarikan semua ke Pasar Pariaman, bahkan ikan tongkol bisa seharga Rp. 10.000/kg, dan tidak ada pemasaran selain yang ada di Kota Pariaman, dan berharap nantinya aplikasi ini bisa membantu kita dalam pemasaran”, ujarnya mengakhiri.(rika)

 

 

 

MC Kota Pariaman
Share Berita:

BERITA TERBARU
  • Jelang HKB Nasional 2020, Deputi Pencegahan BNPB Lilik...
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Puskesmas Pauh Pariaman Inovatif dengan Tangga Informasi Kesehatan
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Buka Sosialisasi PUG, Ini Harapan Walikota Pariaman
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • 1.000 Orang Lebih Peserta Indang Piaman Siap Hoyak...
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • DP3AKB Adakan Sosialisasi PUG
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Pelaku Usaha Wajib Melaporkan Usahanya Melalui LKPM
    25 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Wako Pariaman Genius Umar Audiensikan Pembangunan Kota Pariaman...
    24 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Genius Umar Temui Jerry Sambuaga, Koleganya yang kini...
    24 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Klinik Belajar, Sebuah Inovasi Pembelajaran di SDN 21...
    24 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • BPBD Kota Pariaman Adakan Bimtek JITU PASNA
    24 Februari 2020
    Selengkapnya >>
AGENDA TERBARU
PENGUMUMAN
  • PENGUMUMAN SAYEMBARA MERANCANG ALAT TTG
    Tidak Diset
    Selengkapnya >>
  • PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN...
    14 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Lampiran 2 Penjabaran PERDA APBD Kota Pariaman Tahun...
    6 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Lampiran 2 PERDA APBD Kota Pariaman Tahun Anggaran...
    6 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Lampiran 1 Penjabaran PERDA APBD Kota Pariaman Tahun...
    6 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • Lampiran 1 PERDA APBD Kota Pariaman Tahun Anggaran...
    6 Februari 2020
    Selengkapnya >>
  • PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN SELEKSI TERBUKA  JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA...
    30 Januari 2020
    Selengkapnya >>
  • HIMBAUAN WALIKOTA PARIAMAN
    28 Januari 2020
    Selengkapnya >>
  • JADWAL PELAKSANAAN UJIAN SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD) PENGADAAN...
    24 Januari 2020
    Selengkapnya >>
  • Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama Pemko Pariaman
    22 Januari 2020
    Selengkapnya >>