RUMAH RAMAH GEMPA, INI KATA Prof.DR.ABDUL HAKAM


Prof.DR.Abdul Hakam (yang memakai topi) bersama tim dan siswa smk saat dilokasi pembuatan rumah tamah gempa di desa Cub.Air Kec.Pariaman Utara Kota Pariaman Area lampiran

angga | 20 Maret 2019

Kominfo Kota Pariaman---Untuk Kota Pariaman, sosok Prof.DR.Abdul Hakam mungkin tidak begitu dikenal masyarakat, namun untuk wilayah Sumatera Barat keahliannya sudah tidak diragukan lagi.

Hakam (nama akrabnya) saat ini menjabat sebagai ketua pusat studi bencana (PSB) Universitas Andalas Padang menjadi salah pembimbing utama siswa - siswa yang sedang melakukan pelatihan rekonstruksi rumah ramah gempa yang  dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman selama empat hari.

" Alhamdulillah saya diberi kesempatan berbagi ilmu bagaimana membuat rumah ramah gempa dengan adik -adik dari SMK dengan jurusan bangunan, " ungkap Profesor yang berusia 50 tahun ini.

Rumah ramah gempa adalah rumah yang proses pembuatan bangunanannya hampir sama dengan rumah lainnya hanya saja yang membedakan kalau rumah lainnya menggunakan coran dan besi, beda dengan rumah ramah gempa tidak di cor dan tidak pakai besi sebagai penyangga bata.

Disini yang lebih banyak digunakan adalah kawat ayam (istilah untuk kawat yang biasa dibuat untuk kandang ayam). Kawat ini bisa kita jadikan penyangga untuk membuat bata ini kokoh dan tahan gempa.

Kenapa dikatakan rumah ramah gempa karena dengan penggunaan kawat ayam ini biayanya sangat murah dan mudah didapat. rumah dengan pembuatan pakai kawat ayam ini sudah kita uji baik dalam dan luar negeri dengan kekuatan 8 SR. hasilnya tetap kokoh.

Di Kota Pariaman pernah dibuat juga pada Tahun 2017 di 3 Desa rumah ramah gempa ini  masih aggaran BPBD Kota Pariaman dan ini rumah kelima dibuat, semoga akan bertambah menjadi beberapa lagi rumah ramah gempa bantuan dari Pemerintah Kota Pariaman.

Bapak 5 anak ini menambahkan, " Bagi masyarakat yang ingin membuat sendiri bisa dilakukan dengan kawat ayam ini karna rumah dari kawat ayam bisa digunakan untuk rumah sederhana dan rumah mewah sekalipun bahkan untuk pembuatan kantorpun juga bisa ".

Dari segi pembiayaan sangat hemat dibanding membuat rumah menggunakan cor dan besi.bisa dikatakan 60 % hematnya.

Ia berharap agar masyarakat yang daerah tinggalnya rawan gempa bisa memulai pembuatan rumah ramah gempa ini apabila ingin membangun rumah karan rumah saya sendiri juga pembuatannya menggunakan kawat ayam ini.(dhewie)

MC Kota Pariaman
Share Berita:

BERITA TERBARU
  • Sejarah Tugu ASEAN di Kota Pariaman
    19 April 2019
    Selengkapnya >>
  • IKO PARIS, Gelar Rapat dan agenda kegiatan
    19 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Unik dan Nyentrik, KPPS gunakan pakaian Adat Minangkabau...
    17 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Genius Umar Walikota Pariaman Monitoring Pelaksanaan Pemilu 2019
    17 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Mardison Mahyuddin beserta Keluarga gunakan hak pilihnya.
    17 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Usai mencoblos, Genius Umar: "kita optimis Partisipasi Pemilih...
    17 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Genius Umar "Kita Berharap Kelancaran Pemilu 2019 Kota...
    16 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Jelang Pemilu 2019, Genius Umar: "Kita ciptakan Pemilu...
    15 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Wawako Pariaman Beri Materi Konsensus Dasar Bernegara
    15 April 2019
    Selengkapnya >>
  • Jambore Kader PKK berprestasi tingkat Kota Pariaman Tahun...
    14 April 2019
    Selengkapnya >>
AGENDA TERBARU
PENGUMUMAN