
Tachi | 27 Juli 2020Yeni, Penjual Jamu Keliling sedang melayani konsumennya
Kominfo Kota Pariaman--- Delapan tahun sudah keliling Sumatera Barat menemani suami berusaha di pasar malam sebagai penjual harum manis, dan juga merangkap sebagai pekerja di pasar malam, akhirnya karena virus Corona mewabah di Sumatera Barat membuat Yeni dan suami terpaksa harus hidup menumpang di rumah kakaknya di Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Yeni adalah seorang penjual jamu keliling di Kota Pariaman, yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya solo dikarenakan belum boleh balik karena covid-19 masih menjadi penghalangnya
"Lebih kurang sudah empat bulanan semenjak covid-19 saya dan suami menumpang tinggal di rumah kakak saya yang juga mempunyai usaha jualan jamu keliling", ujar Yeni saat diwawancarai oleh tim MCP ketika mampir ke Kominfo untuk menjual jamu herbal buatannya, Senin (27/7).
"Karena pasar malam belum dibolehkan untuk digelar disebabkan covid-19, membuat saya kepikiran untuk membuat jamu juga untuk mendapatkan penghasilan, guna menghidupi diri dan suami selama i tinggal di Pariaman, dan juga untuk menafkahi tiga orang anak yang ditinggal bersama neneknya di solo", jelas wanita yang berusia lebih kurang 38 tahun ini.
Wanita asal Banjarsari Solo ini sebutkan, selama beliau berjualan jamu keliling di kota pariaman ini, Alhamdulillah setiap harinya jamu herbal yang beliau buat selalu habis terjual tanpa sisa.
“Pagi saya berangkat dari rumah pukul 07.00 wib dan pulang sekitar jam 10.00 wib dengan membawa uang hasil penjualan sekitar 60 s/d 100 ribu rupiah setiap harinya, tergantung banyaknya jamu yang saya buat”, terang ibu 3 orang anak ini.
Yeni menambahkan, “ kebanyakan jamu yang diminta oleh pemnbeli itu adalah jamu yang ada ramuan jahe merahnya. Karena jahe merah bisa menguatkan system imun tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi oleh virus corona ini ”.
Menurut beliau, jamu itu di ibaratkan seperti sabun, kalau tubuh sudah di kasih sabun pasti akan bersih dari kotoran yang menempel di tubuh mereka,begitu juga dengan jamu. Karena jamu adalah salah satu obat herbal yang bisa mencegah datangnya penyakit dan juga membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus dan bakteri.
Untuk bahan jamu, semua bisa saya dapatkan dengan mudah di kota pariaman ini, hanya jahe merah saja yang agak sulit untuk mendapatkannya disini, sehingga saya harus selalu pesan di Panti Pasaman Timur, dan untuk satu gelas jamu saya jual seharga 5 ribu rupiah.”, ucap Yeni lebih lanjut.
“Alhamdulillah terkadang ada juga rezeki lebih yang diberikan oleh pembeli kepada saya ketika membayar jamu, yang pasti saya tetap berusaha demi anak-anak saya dan semoga covid-19 ini cepat berakhir sehingga saya bisa segera bertemu dengan anak-anak saya juga orang tua saya, dan suami bisa kembali bekerja seperti biasa”. (Desi)
MC Kota Pariaman
|
Dampingi Karya Lukisan Anak-Anak Kota Pariaman di Ekraf... 29 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi... 29 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Wali Kota Pariaman Buka Rakor Pencegahan dan Pengendalian... 28 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik Se-Kota Pariaman... 28 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Wakil Wali Pariaman Buka Festival Literasi Budaya 2026 25 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik Se-Kota Pariaman... 25 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Harumkan Nama Daerah, Tiga Atlet Panahan Berkuda Pariaman... 23 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Wali Kota Pariaman Resmi Lantik Anggota BPD se-Kota... 23 September 2026 Selengkapnya >> |
|
31 ruas Jalan di Kota Pariaman Diaspal 21 September 2026 Selengkapnya >> |
|
Yota Balad Hadiri Progress IGRA bersama Wakil Menteri... 18 September 2026 Selengkapnya >> |
|
SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMERINTAH... 26 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
BALIHO HUT RI 81 Ukuran 4x6 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
SPANDUK HUT RI 81 Ukuran 5x1 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Desain Spanduk Hari Jadi Kota Pariaman ke 24 Tidak Diset Selengkapnya >> |
|
Survei Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 17 Juni 2026 Selengkapnya >> |
|
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PIMPINAN BAZNAS KOTA PARIAMAN 6 Mei 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Nominasi 3 (Tiga) Besar Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Pemaparan Makalah dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Kota... 2 Maret 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Asesesment Peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan... 20 Februari 2026 Selengkapnya >> |