Yenni, Mahasiswa S3 UNDIP Semarang Lakukan Penelitian Tentang Perlindungan Adat Bajapuik Pariaman di Era Globalisasi


Yenny Febrianty, mahasiswa S3 yang saat ini sedang mengambil Program Studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro Semarang.

Erwin | 5 Agustus 2020 | Dinas Komunikasi dan Informatika

Kominfo Kota Pariaman --- Keanekaragaman budaya daerah merupakan kekayaan dan identitas  bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional. Salah satu kebudayaan daerah di Pariaman, Sumatera Barat adalah adat istiadat  tradisi perkawinan bajapuik.

Keberadaan tradisi perkawinan bajapuik saat ini sungguh sudah sangat mengkhawatirkan, karena secara pelan namun pasti sudah mengalami pergeseran akibat pengaruh pola pikir masyarakat yang sudah tersentuh oleh modernisasi.

Oleh sebab itu, Yenny Febrianty, mahasiswa S3 yang saat ini sedang mengambil Program Studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro Semarang, tertarik untuk mengadakan penelitian tentang tradisi kawin bajapuik tersebut. Yenni merupakan putri asli Kota Bukittinggi, dan suaminya orang asli Kota Pariaman tepatnya di Desa Kurai Taji.

Adapun judul disertasi tersebut adalah “Perlindungan Nilai Tradisi Perkawinan Bajapuik Pada Masyarakat Pariaman di Sumatera Barat Dalam Menghadapi Dampak Globalisasi”.

“Untuk mewujudkan ketahanan budaya nilai tradisi perkawinan bajapuik  pada masyarakat Pariaman khususnya agar tidak tergerus perkembangan zaman, maka penelitian perlindungan nilai tradisi ini penting saya lakukan, karena konotasi miring tentang tradisi bajapuik tersebut tidaklah benar dengan apa yang mereka pikirkan selama ini”, terang Yenny.

“Dengan penelitian ini secara tidak langsung menjelaskan kepada masyarakat agar paham dan mengerti bahwa pikiran negatif mereka selama ini tentang tradisi kawin bajapuik tidaklah merugikan kaum marginal ”, sambungnya.

Disamping itu, perlindungan terhadap nilai tradisi perkawinan bajapuik urgen dilakukan untuk menjaga pelestarian secara dinamis, tradisi tersebut dalam rangka untuk membentuk ketahanan budaya (daerah).

“Ketahanan budaya adalah suatu proses perwujudan kesadaran kolektif yang tersusun dalam masyarakat untuk meneguhkan, menyerap dan mengubah sesuai dengan berbagai pengaruh budaya lain melalui proses belajar kebudayaan lain, yaitu elkuturasi, sosialisasi dan internalisasi yang disandarkan pada pengalaman sejarah yang sama “, tukasnya.

Lokasi penelitiannya tersebut dilakukan di dua wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.  Pada dua daerah penelitian ini dipilih empat desa yang menjadi patokan adat tradisi perkawinan bajapuik dengan memakai prinsip adat salingka nagari. Lokasi tersebut Desa IV Angkek Padusunan, Desa Kurai Taji, Nagari Gunung Padang Alai dan Nagari Kudu Gantiang Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Priyaldi, Sekretaris LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Kota Pariaman mengatakan, penelitian disertasi tentang perlindungan kawin bajapuik di Kota Pariaman dalam menghadapi era globalisasi tersebut dilakukan selama dua tahun dengan didampingi oleh LKAAM Kota Pariaman.

“Kami selaku LKAAM Kota Pariaman selalu menfasilitasi buk Yenni dalam pengumpulan data baik di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padang Pariaman, alhamdulillah data tersebut sudah selesai dikumpulkan dalam bentuk disertasi dan telah dilakukan ujian terbuka serta wisuda S3 “, ujarnya.

“Hasil ringkasan disertasi tersebut rencananya akan diserahkan kepada Pemko Pariaman melalui Walikota Pariaman, akan tetapi diwakili oleh Ketua DPRD Kota Pariaman, dirumah dinasnya hari ini, Rabu (5/8/2020) “, sambung Priyaldi lagi.

Dikatakannya juga, sebelumnya disertasi tentang perkawinan bajapuik tersebut juga telah di seminarkan secara internasional melalui virtual, ternyata mendapat apresiasi dari peserta seminar  dari beberapa negara perwakilan. (Tachi/Erwin)

MC Kota Pariaman
Share Berita:

BERITA TERBARU
  • Putera Puteri Wisata Nusantara Perwakilan Kota Pariaman Silaturhami...
    20 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Sehari dilantik Pj Sekda Kota Pariaman, Ahmad Zakri...
    20 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Plt. Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin Lantik Pj....
    19 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Terapkan 3M, Plt. Wako Pariaman Ajak Masyarakat Sukseskan...
    19 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Dalam Seminggu Sebanyak 340 warga Pariaman tercatat melanggar...
    18 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Bawaslu Kota Pariaman Gelar Rakor Dengan Awak Media
    18 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Bawaslu Kota Pariaman, Diskominfo Kota Pariaman, Dan PWI...
    18 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Ketua Bawaslu Kota Pariaman : IKP di Sumbar...
    18 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Visit Destinasi ke Jembatan Pelangi Desa Kampung Kandang,...
    16 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Ketua KI Sumbar Puji PPID Utama Kota Pariaman...
    16 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
AGENDA TERBARU
PENGUMUMAN
  • Pengnyesuaian Sistem kerja Aparatur Sipil di Lingkungan Pemerintah...
    12 Oktober 2020
    Selengkapnya >>
  • Jadwal Kompetisi Foto Digital Pariaman Diperpanjang s/d Tanggal...
    23 September 2020
    Selengkapnya >>
  • ANALISIS JABATAN STRUKTURAL DAN JABATAN PELAKSANA DILINGKUNGAN PEMRINTAH...
    28 Agustus 2020
    Selengkapnya >>
  • SURAT EDARAN WALIKOTA PARIAMAN
    19 Agustus 2020
    Selengkapnya >>
  • Pengumuman Jadwal Pelaksanaan dan Pembagian Sesi Seleksi Kompetensi...
    Tidak Diset
    Selengkapnya >>
  • a
    12 Agustus 2020
    Selengkapnya >>
  • Pengumuman Hasil Tes Wawancara Penerimaan Tenaga Teknologi Informasi...
    30 Juli 2020
    Selengkapnya >>
  • Pengumuman Hasil TKK Calon Tenaga TIK Pemko Pariaman...
    29 Juli 2020
    Selengkapnya >>
  • PENDAFTARAN ULANG DAN PEMILIHAN LOKASI UJIAN SKB BAGI...
    30 Juli 2020
    Selengkapnya >>
  • PENGUMUMAN PEMBAYARAN TAGIHAN AIR BAGI PELANGGAN UPT. PENGELOLA...
    23 Juli 2020
    Selengkapnya >>